Quin beralih pada Melodi.”Kakak udah sembuh, kan? Cepetan pulang karena aku enggak ada temennya di rumah.” “Sore nanti pulang kok. Iya, kan, Mas?” Tatap Melodi penuh harap. “Quin kamu temeni Melodi sebentar, bisa? Kakak ada urusan sebentar.” Alfa melepaskan pelukan di pundak kedua wanita tersayangnya itu. “Oke.” Quin mengangguk bingung. “Mas mau kemana?” Tanya Melodi dengan nada manjanya. “Keluar sebentar, sayang. Ntar siang juga balik. Sekalian mau pulang mandi. Kamu mau dibawain apa?” “Dibawain cinta kamu yang banyak.” Melodi terkekeh. Quin pun ikut terkekeh mendengarnya. “Cintaku unlimited sayang. Semuanya untuk kamu.” “Untuk aku sudah tiada lagi.” Quin menangis dengan penuh drama. “Kamu cari cinta yang lain saja, Quin.” Alfa mengusap puncak kepala Quin lalu mengecup kening Me

