Aries menghentikan mobilnya beberapa meter dari rumah megah milik keluarga Ester. Gio menoleh heran, Geva menegakkan punggungnya setelah terlalu nyaman memeluk lengan Mama Gea di sepanjang perjalanan tadi. Satu-satunya pengalihan diri. "Kenapa Pap?" tanya Gio yang sudah sepenuhnya menghadap ke Papanya hingga Geva bisa melihat jelas setiap ekspresinya. Namun dia berusaha untuk tidak terlalu banyak menatapnya. Aries menghela napas memandang anak lelakinya itu, "Papa hanya ingin bertanya lagi sama kamu,Gio. Apa kamu nggak apa-apa berkorban seperti ini? Kalau kamu menolak, kita akan pulang sekarang." Gio diam. Geva mendengarkan dengan seksama. Gea tersenyum, "Kami tidak akan setega itu membuat kamu seakan tidak memiliki pilihan untuk menolak sayang." "Tapi perusahaan Papa gimana?" tanya G

