Mengendap-endap seperti seorang pencuri, jantung berdegup dengan kencang, takut kalau nanti akan mendapat omelan dari Suaminya sekalipun hingga kini belum pernah pria rupawan itu marah. "Nyonya muda, apakah sedang mencari sesuatu? " seorang pelayan wanit bertanya hingga membuat gadis itu terkejut. " Bibi, apakah Mas Zein sudah tidur? " tanyanya dengan suara setengah berbisik. " Ah, Nyonya takut pada Tuan Muda. Beliau masih di ruang tamu bersama Tuan Muda kedua dan Nyonya Muda kedua, " jelas pelayan tersebut. Faeyza mengangguk, ia menarik nafas dalam dan mengeluarkan perlahan sebelum masuk ke dalam rumah. Langkahnya terasa sangat berat, perasaan takut masih belum hilang hingga matanya menangkap sosok sang Suami duduk bersandar di kursi bersama beberapa orang yang tidak dikenalnya. " Ma

