Tidak ada yang berniat membawanya juga tidak ada yang ingin mengajaknya, bukan tidak memiliki kendaraan sendiri melainkan sengaja menganggu pasangan pengantin baru. "Mas, boleh tidak aku ... Aku ..." Faeyza ingin seperti wanita yang lain bisa bermanja pada seorang Suami, bersandar di lengan sang Suami atau yang lain tapi tidak berani. " Iza ingin apa? Jika mas bisa, Insya Allah mas akan bantu jika mampu," balas Zein lembut. Tanvir yang numpang di mobil Kakaknya mengerutkan kening, matanya waspada jika kedua orang itu hendak bermesraan, sebagai jomblo sejati dirinya tidak akan membiarkan itu terjadi. " Mas ... Mas ... Aku ingin ... Anu ...." Suara Faeyza terasa tercekat, wajahnya sudah memerah sempurna. " Ingin apa?! Kau ingin kencing atau buang air besar?!" Sahut Tanvir galak. Suasana

