Duduk di ayunan taman belakang, Faeyza terus memperhatikan paras rupawan Suaminya. Pria itu fokus menerjemahkan buku berbahasa Inggris yang diberikan dosen padanya, tiupan angin membelai surai hitamnya, sedikit bergoyang saat belaian lembut itu menyapa. " Mas, bukankah mas bilang kalau malam ini kita akan ke rumah Nenek?" Zein mengangguk, ia mendongak menatap wajah cantik itu." Iya, sekalian nanti setelah pulang dari rumah Nenek, mas akan bawa Iza ke rumah kita. Iza mau kan tinggal berdua sama mas di rumah yang mas beli?" " Tentu saja, mas. Aku sudah menikah dengan mas, kemana pun mas bawa aku, aku juga tidak akan menolak," balas Faeyza antusias. Ia bahkan bangkit dari tempat duduknya lalu berpindah di depan sang Suami, matanya memperhatikan hasil kerja Suaminya. Bibirnya tersenyum meli

