Episode 26 Berdiri sambil menyenderkan tubuh pada mobil, kaki disilang antara yang satu dengan yang lain serta tangan bersedekap d**a. Siapa yang akan menyangka kalau Zein Ekky Maulana itu adalah orang yang alaihim, tenang dan sedikitpun tidak mengalami kepanikan seakan telah terbiasa menghadapi situasi macam ini. "Kemukakanlah suatu alasan yang membuat kalian dibenarkan menghadang perjalanan ku seperti ini," pintanya sambil menoleh pada para preman tersebut. "Syehan Tanvir Mizan, kami tidak perlu alasan untuk membunuhmu!" jawab pimpinan preman tersebut. Sepertinya telah terjadi kesalahan pahaman, jelas-jelas dirinya bukan Tanvir melainkan Zein. Sekalipun mereka terlahir dihari dan waktu yang sama hanya beda beberapa menit, tapi wajah mereka juga bukan kembar identik. Tentu saja ada per

