Bab 56

1958 Kata

"Eh.. Mas Panji sudah pulang.” Hani menyengir kaku. Untuk menepis rasa malu, dia mendekati pria yang tengah memasang tampang jutek itu. “Capek gak, Mas, hari ini?” tanyanya pura-pura berbasa-basi. Ketika dia hendak membantu membawakan tas kerja Panji, pria itu melarangnya. “Maksud kamu apa minta duit kompensasi sama Pak Banyu?” tegur Panji juga langsung pada inti masalah. “Hah ... yang mana?” Hani langsung berkelit. “Ck!” Panji berdecak sebal, “gak usah pura-pura amnesia gitu deh! Aku denger sendiri kamu mau minta bayaran sama Pak Banyu, hanya karena dia mau meminjam tenaganya Bik Ijah.” “Oh itu?” Hani tidak mengelak lagi, “ya Ijah kan pegawai kita. Kalo ada butuhin tenaganya, salahnya kita narik keuntungan,” jelasnya berasumsi. “Narik keuntungan?” Mata Panji membulat saking gedegnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN