Atha gelisah. Sudah mau dua minggu dia berdiam diri di rumah terus. Sampai saat ini Hani belum bisa mencarikan sekolah untuk anak itu. Sebagai anak gaul yang doyan main dan hang out, Atha merasa jenuh. Teman-temannya susah dihubungi. Tidak ada yang mau diajak jalan. Begitu juga dengan Bela. Gadis itu memblokir kontaknya. Atha sendiri yakin pasti itu ulah orang tuanya. Karena dia tahu bagaimana perasaan Bela untuknya. Cewek itu begitu memujanya. Bucin istilah zaman sekarang. Sehingga tidak mungkin Bela akan menghindar. Di sisi lain, Atha juga merindukan gadis itu. Tapi dia bingung bagaimana caranya menghubungi. Pernah dia nekat dengan menghubungi Bela lewat telepon rumah, sialnya yang angkat justru ayah gadis itu. Alhasil Atha dapat semprotan makian. Bosan bermain game terus, Atha menar

