Sementara Hani dan Panji hanya dia terpekur. Walau pun panas keduanya berlagak santai. Namun, gerak-gerik mereka terlihat sekali amat tidak nyaman. Panji beberapa kali memilih membuang pandangan. Sementara Hani lebih suka menggerakkan tangannya untuk mengipasi dirinya. Di dalam ruangan ber-AC keduanya tetap kegerahan. "Ayo terima Om Banyu, Tante Layla!" teriak Chelsea antusias, "katanya mau jadi Tante aku beneran." Layla dan Banyu sama-sama tersenyum menanggapi teriakan Chelsea. "Bangun, Nyu!" suruh Layla lembut. "Aku gak akan bangun sebelum kamu jawab lamaranku." "Gak usah konyol deh!" pinta Layla sedikit geli. "Malu sama anak buah kamu." "Demi kamu aku rela ngelakuin hal konyol ini," balas Banyu tetap serius. Layla tidak bisa lagi berkutik. "La, sekali lagi aku tanya ... sudikah

