Bab 52

1769 Kata

"Apa gak ada permintaan lain selain Ijah, Yang?” tanya Banyu terdengar keberatan, “masalahnya saat ini Ijah kan masih berstatus sebagai ART-nya Panji. Coba deh ganti minta yang lain. Eum ... bagaimana kalo kita pergi berlibur mau?” Banyu mencoba memberikan penawaran. Layla menggeleng lemah. “Aku gak ingin apa-apa saat ini. Aku cuma pengen dipijat sama Ijah dan makan empal buatannya,” tuturnya dengan wajah sendu. Banyu meniup rambut yang menutupi sebagian dahinya. “Masa iya ngidam Ijah. Ibu hamil lain mah ngidamnya makanan apa atau benda apa gitu,” keluhnya tidak habis pikir. “Aku juga ngidam makanan kok ... makanan buatannya Ijah,” sahut Layla membela diri. “Tapi kalo Bik Ijah disuruh kerja di sini kasihan Zea, Bun.” Kenzi angkat bicara, “Zea itu justru lebih deket sama Bik Ijah daripa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN