Langit malam mulai menyapa, seperti malam-malam sebelumnya Devit tetap mengajar mengaji anak-anak tetangganya. Salsa datang dengan menunduk. "Assalamualaikum." "Wa'alaykumusalam. Eh ada anak Papa. Sini masuk, Cha." Devit menyambut tangan Salsa yang hendak salim. Salsa tersenyum lucu. "Bunda mana, Cha?" tanya Devit sambil berbisik, saat Salsa telah duduk di pangkuannya. "Bunda di kamal, mata Mama sakit." "Oh ya, sakit kenapa?" tanya Devit cukup kaget. "Mata Bunda besal dan melah," ucap Salsa lagi, sambil membolak balik halaman iqro'nya. "Caca baca halaman belapa cih, Caca lupa telus, sepelti nenek, titun!" celoteh Salsa. "Pikun Sayang, bukan titun." Devit membetulkan ucapan Salsa sambil mengulum senyum. "Caca lucu ih kayak Bunda." Devit mencubit gemas pipi Salsa. Salsa mulai mem

