Alarm itu berbunyi dua kali, namun sepasang anak manusia yang tengah tidur berpelukan itu, seakan enggan untuk bangun. Keduanya sangat terlelap setelah melakukan perjalanan cukup panjang di atas ranjang. "Juwi ... bangun!" suara Bu Nur membangunkan Juwi dan Devit. Mengetuk pintunya beberapa kali. Namun masih tidak ada sahutan. "Juwi, Devit, sahur!" Kali ini Bu Nur menggedornya dengan cukup kencang. "Huh, dasar! Diskusi apaan sampai susah bangun sahur gini?" gerutu Bu Nur masih terus menggedor kontrakan Devit. Ceklek Juwi menggosokkan kedua matanya sambil menguap. "Ada apa, Bu? Malam-malam berisik," tanya Juwi masih setengah sadar. "Sahur Neng, udah jam empat, ini mau shubuh." Bu Nur memutar bola mata malasnya. "Astaghfirulloh, sahur ya Bu? Ya Allah, Juwi lupa." Juwi menepuk jidatn

