Aletta berdiri dengan cepat ketika melihat Javin berjalan ke arahnya, tatapan lelaki itu begitu tajam dan menakutkan. "Who is he, Aletta?" Adrian mengulurkan tangannya dan dengan terpaksa Javin menerimanya walau dia begitu enggan. "Adrian Juventino, kau Javin kan?" Javin mengangguk kaku. "Senang berkenalan denganmu," "Ayo kembali," Javin menarik lengan Aletta namun Adrian menahannya. "Aku yang mengajak Aletta jadi aku juga yang akan membawanya kembali," "Kami bekerja dalam satu perusahaan yang sama dan Aletta adalah sekretarisku, aku yang akan membawanya kembali." Javin menghentakkan tangan Adrian lalu pergi menarik tangan Aletta yang pasrah. Adrian mengepalkan tangannya, lelaki itu menutup matanya guna menahan amarah yang sangat ingin dia keluarkan. Be patient •°• Javin keluar d

