PART 23

802 Kata

Aletta mendorong Javin dengan cepat dan Javin mengerang kesal, selalu ada saja yang mengganggu mereka. "Javin, siapa wanita itu?" "Mom, ini Aletta." "Benarkah? Aku tidak melihat wajahnya barusan. Hai sayang, sudah lama kita tidak bertemu," Jasmine memeluk Aletta dan dibalas dengan kaku oleh Aletta. "Bagaimana kabarmu?" "Baik," Jasmine tertawa melihat kecanggungan Aletta. "Jangan canggung begitu, aku tidak akan menjadi mertua yang jahat pada menantunya." "Mom!" Rengek Javin. "Apa? Kau lapar? Sepertinya kau baru makan, apa Aletta yang memasaknya?" "Tidak, aku membelinya sebelum kesini." "Kau bisa masak?" "Mom, ada apa kesini?" "Apa aku tidak boleh mengunjungi putraku satu-satunya?" Jasmine menaikkan alisnya menatap Javin. "Boleh saja, tapikan," Javin tidak bisa melanjutkan kata-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN