Adrian masih setia memeluk Aletta hingga tidak lagi terdengar isakan. Aletta melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. "Ma-maaf, aku membuat pakaianmu basah." Adrian hanya tersenyum dan menggeleng tanda tidak apa - apa. "Kenapa kau menangis hm?" Adrian bertanya dengan lembut, Aletta hanya menggeleng. Rasanya ia ingin menangis lagi sekarang, Adrian yang melihatnya langsung panik. "Hei, tidak usah di paksakan." "Terima kasih," "Make upmu luntur," "A-aku ingin pulang," "Aku antarkan," "Tidak usah, aku naik taksi saja." Adrian menggeleng tidak setuju. "Biar aku antar, kau tidak boleh menolak." Aletta pasrah menganggukan kepalanya. •°• Javin berlari mencari Aletta namun nihil, Aletta sangat cepat berlari padahal ia memakai heels. Javin meremas rambutnya frustasi, kenapa ia ter

