"Yang saya tau bahwa hari ini kita bertemu dengan kolega bisnis, bukan ibumu sir." Javin menenggak minumannya dalam sekali teguk setelah itu menatap Aletta yang keningnya berkerut dalam, bingung dengan semua yang dilakukan Javin hari ini. "Ya, kita bertemu kolega bisnis. Disini banyak kolega bisnisku," ucapnya enteng. "Tapi anda tidak mengenalkan saya sebagai sekretaris," "Aku sudah bilang, ikuti saja yang aku lakukan. Dan jangan terlalu formal, ini bukan di kantor." "Tapi te-" "Stt!" Aletta terdiam ketika jari telunjuk Javin berada di depan bibirnya. "Yang pasti kau akan pulang dengan selamat, Aletta. Jangan takut," "Hey baby," Aletta menoleh ke arah perempuan yang sekarang bergelantung manja di lengan Javin, wanita itu cantik dengan kulit kecoklatan yang Aletta rasa bahwa ia seo

