Javin meregangkan ototnya setelah selesai memeriksa semua berkas yang menggunung setelah sekian lama ia tinggalkan, dalam pikirannya pria itu ingin segera kembali ke apartmentnya dan bergelung dengan tempat tidur miliknya. Sudah seminggu sejak dia kembali bekerja dan selama seminggu itu pula ia tidak pernah lupa untuk memberikan pesan singkat pada Aletta dan wanita itu selalu membalasnya, begitupun dengan setiap telpon yang Javin lakukan pada malam hari sebelum ia tidur. Seperti sudah menjadi kebiasaan selama seminggu ini, Javin hanya bisa tidur setelah mendengar suara Aletta. Betapa ia merindukan wanita itu, ia ingin memeluk dan mencium wanita itu sepuasnya. Dengan cepat Javin mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Aletta, dalam dering ke empat wanita itu sudah mengangkat telp

