Happy Reading. **** Alex merasa dadanya berdegup kencang mengiringi tiap langkah kakinya. Adrenalin berpacu di tubuhnya. Antara khawatir takut dan penasaran. Alex terus berlari hingga mencapai bangunan yang sudah hancur itu. Lalu Alex mulai mengendap endap memutarinya. Bagaimanapun juga dia tak mau gegabah. Alex belum tau siapa saja yang selamat dari ledakan itu. Bisa teman bisa juga musuh. Suasana hening sangat mencekam Alex terus berjalan hingga sampai di bibir pantai. Alex mengembuskan napas lega saat di sana Di tengah fajar yang menyingsing Jack masih berdiri walau dia dikerubungi hampir 20 orang dengan senjata yang mengarah kepadanya. Sedang dia mengarahkan pistolnya tepat di pelipis Chameleon. Apa yang harus kulakukan? batin Alex. Alex memang pernah diajari menembak oleh Jack.

