“Mas! Mas, bangun!” Sekar mengguncang bahu lelaki yang ada di sebelahnya. Samar terlihat dari balik jendela, langit sudah tidak gelap. Sepertinya keduanya terlewat azan subuh. “Mas, sudah siang,” bisik Sekar sambil mendudukkan tubuhnya di ranjang. Rambutnya yang tergerai segera diikat. “Astagfirullohaladziimmmmm....” pekik Gilang sambil bangkit dari tidurnya. Lelaki itu langsung turun dari ranjangnya. “Kamu kenapa baru bangunin sih?” ujarnya kesal sambil menyalakan lampu kamar. Pria yang memakai kaos oblong dan celana training itu segera membuka lemari bajunya, mencari baju ganti. Tak sampai lima menit, dia sudah keluar kamar. Sekar hanya dapat menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Duh, salah lagi. Kenapa sampai tidak mendengar alarm dari hpnya? Padahal, hampir setiap hari Sekar

