Sesampai di kosannya, Mas Gilang menggandeng tanganku. Sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Kami berjalan menuju sebuah ruangan yang ada di lantai bawah. Sebelum mengetuk pintu yang bertuliskan “ruang pengelola”, Mas Gilang mengeluarkan sesuatu dari map plastik. Selembar kertas fotokopian. “Permisi, Pak!” sapa Mas Gilang saat pintu dibuka usai diketuk. Tampak seseorang dengan seragam warna biru navy keluar dari balik pintu. “Ya, Mas Gilang. Ada yang bisa dibantu?” tanya petugas itu setelah mempersilahkan kami masuk. Dalam ruangan itu terdapat satu buah meja kerja, dan satu set sofa. Lalu ada pintu, mungkin kamar atau toilet. Entahlah. Mas Gilang tersenyum ramah padanya, lalu ia menyuruhku duduk di sofa. Sementara, dia duduk di depan meja kerja si bapak petugas tadi. Entah apa y

