35

1133 Kata

"Apa kau datang ke sini untuk menghancurkan perusahaanku?" "Tidak, Tuan. Itu tidak mungkin. saya mengais kehidupan saya dan anak-anak saya di tempat ini, jadi apakah saya ingin menghancurkan diri saya sendiri?" "Siapa yang tahu?" jawab lelaki itu sambil sekali lagi mengesap kopinya, dia menatapku dengan penuh kecurigaan tapi aku tetap berdiri dengan anggun dan mengulas senyum terbaik di hadapannya. Semakin aku tersenyum, makin kesal lelaki itu sepertinya. "Sejak awal, saya curiga dengan modusmu. Tadinya saya tulus ingin membantu tapi melihat anda begitu berambisi dan nekat memanfaatkan keadaan, saya rasa kalau Anda memang bukan orang yang tulus!" "Kalau begitu Anda bisa menguji saya! Apakah saya benar-benar kompeten atau hanya aji mumpung" Lelaki itu langsung berdiri, dia meletakka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN