Aku menangis pilu melihat jemariku yang mengeluarkan cairan merah, aku memegangnya dengan gemetar, sementara lelaki itu menjambak jilbabku, dan mengancam diri ini. "Kalau kau masih mengulangi kelancanganmu, maka bukan saja akan kuceraikan kau, tapi akan kusiksa dan kucabut seluruh pakaianmu di jalan raya! Agar kau tahu bagaimana buruknya dipermalukan!" desisnya sambil mendorong kepalaku dengan keras. Sikapnya yang telah begitu keterlaluan menciptakan pijar api di hatiku. Dengan teko keramik berisi s**u dingin, tiba-tiba keinginan untuk membalas perbuatan terlintas seketika, keinginan untuk menjadikan benda keras itu sebagai s*****a muncul kuat di hatiku hingga aku mengikutinya. Kuraih teko itu dengan tanganku, dan selagi lelaki itu bersiul sambil berjalan terseok menuju ke kamar, aku men

