Sebenarnya tidak perlu mencari tahu, karena aku pun sudah tahu jika saat ini dia menginginkanku sebesar aku menginginkannya —Dominic Molchior _______________________________________ Musim dingin Brooklyn, 24 Desember 19.35 p.m. “Jawab aku, Mia.” Butuh beberapa saat bagi Mia untuk bisa mengeluarkan kata-kata ketika semua tanganku masih bekerja pada bagian-bagian sensitifnya. Sementara mataku, terus menatap mata wanita di bawah kungkunganku yang kini kian sayu dan berusaha membalas menatap mataku. Di tengah desahan merdu dari bibir merah itu, dia akhirnya berhasil merangkai kalimat persetujuan. “Kenapa kau tidak mencari tahu sendiri?” Aku bergetar tatkala mendengar kalimat itu keluar dari mulut Mia sendiri. Rasanya seperti mimpi. Mia mengatakannya dengan cara paling seksi serta men

