Bagaimana caranya supaya tidak terjerumus pesona Dominic Molchior? —Mia Oswald _______________________________________ Musim dingin Brookly, 25 Desember 15.00 p.m. “Mia, apa yang sedang kau lakukan?” Pertanyaan ayah tidak lantas membuatku menghentikan aktivitas mengetuk-ngetuk dagu menggunakan ujung ponsel, sembari berjalan lalu-lalang di depan sofa dalam ruang rawat inap. Setidaknya hal itu sudah kulakukan hampir lima puluh kali, sejak tadi siang mengakhiri panggilan Dominic Molchior di telepon. “Mia?” panggil ayah lagi, kali ini aku berhenti untuk menatapnya. “Tidak ada,” jawabku singkat sambil mengendikkan bahu. Kuambil jeda beberapa detik untuk mengamati ponsel hingga kuputuskan berbaring setengah duduk, meletakkan kepalaku di atas kasur sejajar tangan ayah dengan posisi wajah

