Milia jelas mengerut sambil menghapus lipstik ini. Dia mengutuk Deon dengan kata apapun. Deon duduk manis saja sambil tersenyum karena berhasil membuat Milia menurut. “Ish …. Suka tau lipstik yang tadi, warnanya tegas!” Milia menatap Deon yang sedang khusu menyetir. “Jadi mau abang cium?” tanya Deon dengan polosnya. Lipstik warna tadi begitu menggoda iman lantaran terlalu merah, dia jadi tergoda bukan janya untuk mengecup, tapi untuk menghisap dan memainkan lidah Milia. “Enggak.” Milia yang bergidik ngeri langsung menutup d**a dan bibirnya “Nyebelin ih!” Dia pukul-pukul Deon dari samping. Biarlah stir jadi oleng sedikit, habis driver ini ngajakin mulu untuk ribut. Saat sudah sampai di parkiran mobil mall, Deon menghentikan Milia yang keluar mendahuluinya. “Tunggu!” Enak saja main ke

