Sebutkan Nama

1344 Kata

“Hacih … Iya, Mil.” Deon mengangguk lemas, baru kali ini dia sakit lagi setelah satu tahun tidak pernah merasakan yang namanya flu. Ingat saat-saat dia susah dulu, kalau dia sakit nanti siapa yang merawatnya di rumah, sendirian dan bingung mau minta tolong pada siapa, Deon tidak mau merepotkan orang lain. Milia lihat sendiri Deon menyeka ingusnya dengan tisu, persis sepertinya kemarin saat flu sedang mendera parah-parahnya, mau makan tidak nafsu, mau minum enaknya air hangat, mau napas sesak, mau aktifitas bawaannya mager. Dia jadi salut pada Deon, sedang sakit saja masih bisa aktifitas. “‘Duhh …. Gak enak sampe lihat dia meler-meler. Virus kamu nakal banget sih malah menularkan penyakit ke abang.’ Milia bergerutu dalam hati, sangat-sangat merasa bersalah karena menularkan penyakit. Tung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN