Alangkah terkejutnya Deon melihat Milia yang dikira pengemis oleh penjaga warnet. Gadisnya juga sedikit mendapatkan jawaban yang agak ngegas pula. Deon yang merasa bersalah akhirnya buka suara. Tentu suaranya mengagetkan Milia hingga gadis itu menoleh. Bukannya menjawab pertanyaan Milia kenapa dirinya bisa ada di sini, Deon malah balik bertanya, “Jadi kamu beneran salah print?” “Iya.” Milia mengangguk sambil menyeka air matanya. Malu tau nangis di depan Deon, dia kan sudah biasa periang atau bahkan orangnya ini ngeselin, masa iya sekarang terlihat cengeng. Deon memperhatikan Milia dari ujung kaki hingga ujung kepala. “Ini kenapa badan kamu basah?” Tadi saat ke ruangannya baik-baik saja, sekarang kenapa tidak ada hujan baju Milia malah basah. “A- a- aku …. Hiks …..” Haihhh …. Tangisnya

