“Mas bangun.” Sudah lima belas menit Andin menunggu Arshaka untuk bangun, tetapi lelaki itu terus memejamkan matanya. Andin tidak bisa bergerak, Arshaka melupakan janjinya. Dia mengatakan bahwa akan kembali ke kamarnya, tetapi dia bahkan tidur di samping Andin hingga pagi menjelang. “Mas, aku nggak bisa gerak! Pengen ke kamar mandi,” ujar Andin. “Bentar lagi sayang,” ucap Arshaka memejamkan matanya. Andin sudah tidak sabar menghadapi Arshaka, dia lalu menggigit bahu Arshaka dan membuat sang empunya berteriak kesakitan. Andin tidak merasa bersalah, dia langsung pergi ke kamar mandi karena tidak bisa menahan dirinya yang ingin buang air kecil. “Andin minta maaf, tetapi Mas sih yang salah.” “Dasar wanita, tetap saja tidak mau salah.” Arshaka tersenyum menghirup wangi shampoo milik Andi

