“Andin, nanti malam mau ditemenin lagi atau nggak?” tanya Arshaka. “Itu mah kepengenan Mas, mencari kesempatan dalam kesempitan.” Arshaka tersenyum, mana mungkin dia membiarkan kesempatan lewat begitu saja di depan matanya? Dia tidak akan membiarkan semuanya hilang terlebih saat ini tidak ada yang mengganggunya. Jika dia bisa, dia akan membuat Andin bersama dengannya selamanya, tetapi dia mengurungkan niat buruk itu karena dia tahu bahwa Andin akan marah kepadanya, bisa jadi dia akan di tendang dan tidak diberikan kesempatan oleh Andin untuk kembali mendekatinya lagi. “Mas pengen ngajak kamu deh, dulu ada hal yang belum kesampaian.” “Ngajak kemana Mas?” tanya Andin. “Tapi kamu mau kan? Kalau iya Mas siapkan nih untuk besok.” Andin mengangguk, dia tidak ada acara jadi dia mengiyakan a

