Inem dan Marzuki yang sedang berada di kantor polisi sebagai saksi serentak menoleh ke arah pintu saat mendengar suara gaduh dan ribut-ribut. Mata Inem membola saat melihat Slamet yang sudah ditangkap oleh polisi. Tak hanya itu betis kiri Slamet tampak dililit perban. Rupanya peluru yang telah bersarang di kakinya telah diambil oleh polisi di rumah sakit sebelum dia diantar oleh polisi ke penjara. "Mas Slamet," gumam Inem lirih. Sebenar nya di dalam hatinya dia bersyukur sekali karena suami nya telah tertangkap oleh polisi. Itu tandanya dia dan anak-anaknya sekarang bisa hidup dengan aman. Setidaknya untuk beberapa tahun ke depan sebelum Slamet keluar dari penjara. "Perempuan hina! Dasar pelac*r!" cela Slamet melihat Inem. Tangannya yang terborgol di belakang berontak dan ingin memu

