Nevan baru saja menutup lokernya dan menguncinya rapat-rapat. Kemudian mengikatkan apron merah mudanya di belakang pinggang. Pun kakinya melangkah keluar dari ruang ganti sambil membenarkan topi yang melekat di kepalanya. "Selamat pagi! Selamat datang di toko kue kami!" Sapa Nevan pada seseorang yang baru saja memasuki toko kue tempatnya bekerja. Tanpa disadari oleh Nevan, pemilik toko yang tengah menikmati sepotong redvelvet itu memerhatikannya sedari tadi. Pun tiba lah pada detik di mana kedua mata mereka bertemu tatap secara tidak disengaja. Lantas cepat-cepat ibu pemilik toko mengisyaratkan kepada Nevan untuk segera menghampirinya. Nevan mengarahkan telunjuknya pada dirinya sendiri, mulutnya bergerak seolah mengatakan "saya?" Menanggapi itu, ibu pemilik toko pun menganggukkan kepala

