Epilog

1324 Kata

Sebuah labirin yang luas, dengan ujung yang berada entah dimana. Deon, Brian, Aksa, Arvin, Mirza, Nevan, dan juga Darel, mereka terjebak di sana. "Aaaa!!!" "Kak Brian kau dimana?!!" "Aksa?!!" "Darel, aku di sini!!" "Nevan?!!" "Mirza, bisakah aku menemukanmu?!" "Kak Arvin?!!" "Kak Deon, tolong tuntun aku untuk keluar dari sini!" Mereka saling berusaha mencari satu sama lain, mencari jalan keluar agar bisa kembali berlari bersama. Mirza berlarian kesana kemari, namun hanya jalan buntu yang ia temui. Aksa nampak frustasi, amarahnya mulai tak terkendali dan menendang sisi labirin itu. Nevan terus menyusuri labirin dengan kaki mungilnya, berharap ia bisa segera menemukan jalan. Darel terduduk lemah, tiba-tiba saja di tempatnya berada dihujani kelopak lily putih yang berguguran. Ia men

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN