"Apa?!" Pekik Brian setelah mendengar apa yang baru saja disampaikan lawan bicaranya melalui panggilan telepon. "Aish! Kesialan apa lagi ini?!" Umpatnya, dan segera memutus panggilan tersebut secara sepihak. Brian yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya hari ini lantas bergegas lari menuju mobilnya yang terparkir. Menghidupkan mesin dan tancap gas bertolak dari sana. *** Sirine ambulan terdengar begitu nyaring, para petugas medis berlarian agar bisa memberi pertolongan pada pasien yang baru saja datang dengan sesegera mungkin. Pun setelah pasien berhasil diturunkan, Darel juga muncul dari dalam sana. Keluar dari bagian belakang ambulan dengan mata sembab dan air mata masih membanjiri wajahnya. Ia turut berlarian bersama para petugas yang membawa pasien menuju Unit Gawat Darurat. "Maa

