Julia menghampiri Rafael yang sedang berada di lahan belakang dari bangunan tersebut. Lahan itu tidak hanya sekedar pemandangan rerumputan, ada juga beberapa bunga berwarna putih yang tumbuh disana. Bagaimanapun ia melihatnya, lahan belakang itu seperti pemandangan hijau yang ada di desa-desa yang selalu ia lihat dalam TV. Ia bisa berlarian disana seperti saat ia berada di tempat lamanya. Hanya saja pemandangan di tempat itu dipenuhi salju dan es. “Rafael…,” panggil Julia. Rafael menoleh menatapnya. Wanita itu langsung melingkarkan lengannya di tubuh pria itu dan mendekapnya dari belakang. “Bagaimana dia?” tanya Rafael. “Dia baik-baik saja. Kemungkinan lukanya akan sembuh besok.” Julia lalu mendongak. “Kau tidak ingin bertanya padaku mengapa aku berada di tempat Carina tadi?” “Kurasa

