‘Ibu, kenapa kita diberikan kemampuan ini?’ ‘Karena kita istimewa. Karena kita mampu menguatkan yang lemah.’ ‘Bagaimana jika kemampuan kita membawa dampak buruk?’ Gemuruh petir membangunkan Julia dari tidurnya. Ia menatap atap kaca di atasnya dan melihat bahwa hujan masih turun dengan derasnya. Langit mengedipkan cahaya terang karena kilatan petir yang diikuti suara gemuruh. Air yang jatuh dan menimpa atap kaca tersebut bagaikan sebuah air terjun yang mengalir dengan deras. Ia bergerak gelisah dan menyamping menghadap Rafael yang masih terlelap. “Tidurlah,” ucap Rafael tiba-tiba, membuat Julia terkejut. “Kukira kau tidur.” “Memang,” jawabnya dan membuka matanya. “Kami mudah terbangun,” tambahnya. “Kami?” tanya Julia mengerutkan dahi. “Kawanan Voref mudah terbangun karena selalu

