Pagi berikutnya aku bangun seperti biasa. Mengemas beberapa baju kotor untuk di laundry. Tidak ada tujuan lain sementara, aku harus kembali ke jalan kecil samping Seven Eleven. Masih banyak objek yang bisa kujadikan materi artikel di sana. Kali ini pilihanku bubur nasi, nama lokalnya ‘jok’. Buburnya sendiri sama seperti bubur ayam di Indonesia, hanya lebih cair, dan yang spesial adalah setelah mereka meletakkan bubur yang sangat panas ke mangkok, mereka memecahkan sebutir telur bebek ke bubur itu. Telur itu akan menjadi setengah matang karena panas dari bubur. Aku sangat menyukai bubur ini. Sehabis mencatat beberapa hal dan mengambil gambar di tempat bubur, aku kembali ke Seven Eleven, aku memerlukan beberapa barang pribadi. B

