85

1070 Kata

Marsel melihat ke belakang, tepatnya ke teman-temannya yang menganggap serius. "Santai dong. Gue enggak akan minta paksa duit juga. Semuanya bakal aman kok. ujar Reynal berusaha menenangkan, namun Sesil masih saja terlihat takut padanya. "Terus kamu mau apa?" "Minta nomor lo. Gue lihat lo juga enggak pengin Alista kembali ke sini, kan? Kayaknya kita bisa bekerja sama." Marsel mengeluarkan ponsel, lantas mendekatkannya pada Sesil. Sementara Wanita di depannya ini tidak bergeming sama sekali. "Aku enggak butuh kerja sama ini." Sesil menampik lengan Marsel. Beruntung ponsel itu tidak dibuat jatuh. Kalau terjatuh, mungkin Marsel sudah kelepasan melayangkan tinju ke pipi tirus Sesil. Gadis itu berjalan melewati Marsel begitu saja. Sorakan dari murid laki-laki yang ada di sana pun terde

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN