Relline membuka kedua matanya, ia memegangi kepalanya yang terasa pening. Ia pikir istirahat semalaman bisa menghilangkan rasa pusing yang ia alami, nyatanya kepalanya semakin terasa sakit. Relline mau tak mau bangkit ketika rasa mual mulai mendera, tanpa menoleh lagi ke mana-mana ia langsung berlari menuju kamar mandi, ia memuntahkan isi perutnya. Ia heran ketika melihat apa yang ia muntahkan hanyalah cairan berwarna putih, ia mengusap wajahnya kemudian membasuh wajahnya dengan air keran. Kembali ia rasakan mual itu, hingga akhirnya ia kembali memuntahkan isi perutnya. Dan hal yang sama ia dapati ketika yang keluar hanya cairan putih saja, tidak ada sisa-sisa makanan yang pernah ia makan. Bayu yang merasa kalau Relline tidak ada di sampingnya pun membuka kedua matanya, ia meraba-raba sa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


