Bagian 21

2508 Kata

Paris Pov "Jadi, sampai saat ini kau belum menegur istrimu lagi?" "Belum, Daf, kurasa aku harus memberinya sedikit pelajaran. Aku tidak mau kalau dia terus menerus bersikap seenaknya, dia pikir menjadi aku itu mudah? Dia pikir menjadi seorang suami yang memiliki tanggung jawab sepenuhnya atas dirinya itu mudah? Hah, aku gak habis pikir kenapa justru istriku malah mengkhawatirkan b******n itu dari pada memikirkan aku yang jelas-jelas adalah suaminya!" ocehku panjang lebar, melampiaskan semua kekesalanku di depan Daffa yang sedang manggut-manggut di tempat duduknya. Ya. Aku sedang di sebuah kedai kopi bersama Daffa. Sengaja, aku meminta Daffa untuk menemaniku di sini. Meskipun aku merasa kasihan pada Sidney yang sudah repot-repot membuatkan nasi goreng untukku, tapi demi harga diri, nasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN