Sidney berjalan gontai dengan pandangan kosong di setiap langkahnya. Entah dia harus senang atau bereaksi seperti apa ketika kabar tak terduga itu ia dapat. Bagaimana bisa, kabar itu mencuat dari mulut sang dokter ketika dirinya sedang memiliki masalah dengan suaminya? Rasanya, Sidney tidak akan sanggup seandainya dia harus menjalani masa-masa itu tanpa suami di sisinya. Sidney beranjak dari pembaringannya di ranjang, ia lantas mengikuti dokter paruh baya itu untuk menduduki kursi yang berseberangan. Sambil memijit keningnya yang masih terasa sedikit pusing, Sidney lantas menatap dokter wanita di hadapannya itu yang kini tengah tersenyum kepadanya. "Bagaimana, Dok? Apa yang terjadi pada saya?" Dokter itu tetap tersenyum, lalu sebuah kabar mengejutkan pun tercetus langsung dari mulut san

