Paris Pov Aku baru saja membuka pintu apartemenku. Baru kali ini aku pulang sesore ini, biasanya aku akan meninggalkan kantor di atas jam 8 malam, dan ya ... sekarang baru jam 6 aku malah sudah sampai apartemen. Kuedarkan pandangan ke sekeliling, istriku di mana, ya? "Sid, Sayang kau di mana?" seruku, lantas melenggang ke arah sofa dan mendudukkan diri di sofa panjang yang empuk ini. Kutaruh tas kerjaku di atas meja. Lalu kulonggarkan dasi yang masih terpasang di kerah kemeja. "Sid, kau--" "Kau sudah pulang?" ah, itu dia istriku! Rupanya dia sedang memasak, ya? Celemek merahnya saja masih menempel di tubuhnya. "Iya. Aku sedang tidak banyak pekerjaan. Kemarilah...." pintaku menepuk sisi sofa yang kosong di sebelahku. Dia terlihat enggan untuk menghampiri, rupanya dia masih tidak berm

