Sakka mengepalkan tangannya, dan memandang Nada serius. "Jadi, dalangnya itu Sabrina dan Yulia? DUA CEWEK GANJEN ITU?!" "Sakka, sabar..." Lolla mengusap lengan Sakka. "Jangan marah-marah, nanti cepet keriput." "Gimana gue nggak marah, Lol? Mereka udah jahat banget sama lo!" "Gapapa. Sampai detik ini, gue masih hidup. I'm fine." Lolla tersenyum lebar, lalu mengamit lengan Sakka. "Gue yang nggak FINE, Lol." Sakka kembali memandang Nada. "Sekarang, mereka udah mulai berani cari gara-gara lagi. Enaknya, mereka kita apain, Nad?" "Gue punya ide!" Nada menjentikkan jarinya. "Tapi, gue butuh Rey untuk memancing mereka." "Kenapa harus gue?" Rey bertopang dagu dengan malas. Sebenarn

