Rey itu tipe lelaki tak banyak bicara, dan sering memendam segala masalahnya sendirian. Ia juga terkesan dingin dengan orang yang baru dikenal. Ia butuh waktu berbulan-bulan, untuk memutuskan percaya atau tidak pada orang tersebut. Sebelum ia pindah ke SMA Tunas Pradipta, ia bersekolah di salah satu SMA Negeri ternama, namun tingkat bullying di sana sangatlah tinggi. Rey dulu tidak keren seperti sekarang. Ia lebih terlihat seperti kutu buku yang sering dijadikan pesuruh senior. Selain senior, ia juga sering sekali disiksa oleh para siswi kelasnya. Ia selalu dipaksa mengerjakan PR Kimia mereka semua. "Lo 'kan pinter." "Lo jago banget Kimia. Jangan pelit-pelit sama kita, kalo lo masih mau hidup tenang, Rey."

