Sakka menggandeng tangan Lolla dengan erat, dan memasukkan gandengan tangan mereka ke saku jaketnya. "Dingin, ya?" Lolla terkekeh. "Iya, lah. Mall ini kan pakai AC." "Iya juga,ya. Hmm, Lol. Sebenernya gue ... nggak jadi, deh." Lolla mengernyit. "Mau ngomong apa, sih?" "Nanti aja." "Oke." Lolla tersenyum, dan sebenarnya perasaan Lolla menjadi tidak enak. "Ka, kita mau nonton film apa?" tanya Lolla berusaha mencari topik. "Horror kayaknya seru." "Ih, gue takut hantu." "Jangan takut. 'Kan gue lebih seram dari hantu, Lol." Sakka tertawa, melirik Lolla yang hanya mendengus geli. "Lo nggak seram. Lo ganteng. Paling ganteng! Rasanya ajaib, karena

