Satu bulan telah berlalu. Pagi ini, kediaman megah keluarga Firdaus yang terletak di kawasan elit Jakarta itu tampak lebih hidup dari biasanya. Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui jendela-jendela besar setinggi langit-langit, memantul di atas lantai marmer Italia yang berkilauan. Namun, kemewahan itu kini hanyalah latar belakang bagi pemandangan yang jauh lebih berharga, sebuah keluarga yang akhirnya menemukan kedamaiannya. Di dalam kamar bayi yang dirancang khusus dengan nuansa biru langit dan abu-abu lembut, Aura sedang duduk di kursi goyang berbahan beludru. Arsakha yang kini pipinya sudah membulat sempurna tengah menyusu dengan tenang. Wajah Aura tampak segar, rona merah di pipinya telah kembali, dan binar matanya tidak lagi menyiratkan ketakutan. Pintu kamar terbuka perlah

