PART 10

1094 Kata
Author POV Gadis berpakaian mini dress itu menyipitkan matanya ketika melihat kekasihnya sedang jalan berdua dengan gadis lain. "Con chi sta?" tanyanya lalu berlari kecil menghampiri mereka. *(Italia | Dengan siapa dia) Celia merasa bingung kenapa Franco mengajaknya ke mall. Berbelanja? Celia menebak jika Franco mengajak Celia untuk menemaninya berbelanja. Lagipula Celia tidak punya uang, bagaimana bisa dia belanja. Seandainya saja waktu itu uangku tidak hilang, pasti saat ini aku membeli beberapa pakaian untukku sendiri. Batin Celia. Pakaian yang saat ini Celia pakai adalah pakaian casual yang waktu Celia pakai kabur dari mansion-nya dan kehujanan. Celia tidak sadar jika Franco lagi-lagi membaca pikiran Celia. Franco mengulum senyum lalu menarik tangan Celia untuk membawanya ke toko pakaian. Franco ingin membelikan Celia baju yang dimau Celia sendiri. "Kenapa kau menarikku?" tanya Celia. "Sudah ikut saja," jawab Franco. Namun sosok gadis seksi membuat Franco mendadak menghentikan langkah kakinya. Celia mengaduh saat menabrak punggung Franco. Jalang satu ini kenapa ada di sini? Franco membatin merasa tidak suka akan kehadiran kekasihnya. Ya, gadis dengan balutan mini dress itu adalah kekasih Franco. Ornella Jessica, nama gadis itu. Ia cantik dan angkuh. Ornella melirik ke arah gadis yang ada di sisi kanan Franco. Ornella menatap Celia dengan tatapan sinis. "Siapa dia?" tanya Ornella. "Dia Celia, kekasihku." Franco menggenggam erat tangan Celia. Celia diam membeku dan Ornella membelalak matanya, mereka sama-sama kaget tapi beda ekspresi. "Apa kau bilang?! Kekasihmu?!" pekik Ornella. Franco menatap Ornella dengan tajam. "Pelankan suaramu! Dia kekasihku, kenapa? Apa masalah untukmu?" Ornella memukul wajah Franco dengan tas yang ia genggam. "Argh! Tentu saja masalah untukku! Aku KEKASIHMU Franco! Kau mengkhianatiku!" kata Ornella dengan marah. Celia tercengang mendengar ucapan gadis seksi yang tengah marah dan matanya berkaca-kaca. "Untuk apa aku mempertahankanmu? Apa kau dari kemarin tidak sadar jika aku sudah mengacuhkanmu? Apa untungnya dirimu? Kau sama sekali tidak berharga! Berpestalah dengan pria-priamu, layani mereka!" Franco menatapnya tajam. Franco berkata seperti itu lantaran dia memang sudah muak dengan Ornella, hubungan mereka berjalan tiga bulan, tetapi jarang sekali komunikasi. Ornella sibuk dengan dunianya di klub malam, berpesta atau melayani pria yang membayarnya. Sedangkan Franco sendiri juga sibuk dan sama sekali tidak mempedulikan Ornella. Franco sering mendapat laporan jika kekasihnya itu sering melakukan seks dengan pria lain. Ornella termasuk gadis matrealistis, sudah sering Franco mengeluarkan uang untuk Ornella. Mereka menjalin hubungan, tapi hanya untuk saling memanfaatkan. Franco menjadikan Ornella kekasihnya untuk pemuas nafsu dan Ornella menjadikan Franco kekasihnya untuk pengaliran keuangan Ornella. Itu sudah mereka putuskan sebelumnya, mereka sama-sama setuju. "Kau mengkhianatiku, Franco!" Ornella menitikan air mata. Franco tersenyum kecut. "Aku tidak mengkhianatimu. Apa kau tidak ingat jika kita menjalin hubungan untuk saling memanfaatkan? Sekarang sudah cukup, aku sudah muak denganmu. Pergi dan cari pria yang lebih banyak uang." "Aku mencintaimu, Franco!" Ornella menatapnya memohon. Franco membaca pikiran Ornella lalu tertawa hambar. "Kau tidak mencintaiku. Kau terobsesi dengan uangku." Ornella terkejut, Bagaimana dia tahu pikiranku? Batinnya. "Ku mohon jangan putuskan hubungan ini, Franco. Aku.. aku benar-benar mencintaimu, sungguh!" Ornella berusaha membujuknya. "Percuma kau membohongiku! Sekarang pergi! Aku sudah tidak membutuhkanmu." Franco sungguh tidak mempedulikannya. Amarah Ornella sudah di ubun-ubun lalu ia melayangkan tangannya ke dataran pipi Franco. PLAKK!!!! Celia dan pengunjung mall terkejut melihatnya. Franco merasa sudah kebal dengan sebuah tamparan. Sebelumnya ia sudah berulang kali mendapat tamparan setelah memutuskan kekasihnya. Sama seperti Ornella, tidak rela diputuskan lalu menampar Franco. Bos gangster itu juga ladykiller, tapi ia lebih cenderung kejam pada tindak kriminalitas dari pada seorang wanita. Namun Franco pernah membunuh kekasihnya saat kekasihnya tidak menuruti kemauannya dan menghinanya. Para wanita tidak tahu dibalik sempurnanya, seorang Franco adalah pemimpin gangster yang kejam. Franco mahir dalam mengelabui seseorang dan menggagalkan rencana seseorang karena kemampuannya bisa membaca pikiran. Yang mengetahui kemampuannya itu hanya dirinya dan mendiang orangtuanya. POVOSTE bahkan tidak tahu keahlian Franco itu. Aku tidak akan melepasmu, Franco. Batin Ornella lalu melirik ke arah Celia dengan tajam. Franco membaca pikiran Ornella. Dan kau gadis jalang! Aku akan balas dendam! Tidak akan ku biarkan kau bersama Franco, aku akan menyingkirkanmu! Tidak sekarang, nanti. Tambah Ornella dalam hatinya lalu tersenyum licik. Franco tersenyum geli. Ornella mengatai Celia jalang. Dia tidak intropeksi diri. Percuma saja Ornella merencanakan Celia menyingkir dari sisiku, karena Franco tidak akan membiarkannya. Celia adalah umpannya. Selepas kepergian Ornella, Franco kembali menarik tangan Celia namun Celia meronta. "Lepaskan aku! Pria macam apa kau ini? Kau benar-benar pria c***l dan jahat! Memanfaatkan sebuah hubungan untuk pemuas nafsu!" Celia marah. "Dia pantas mendapatkannya, Celia. Hubungan ku dengannya hanya untuk saling menguntungkan, dia tidak mencintaiku. Dia hanya terobsesi dengan uangku." Franco mencoba menenangkannya. Celia kembali meronta. "Aku bilang lepaskan! Biarkan aku pergi! Aku tidak mau menjadi korbanmu selanjutnya. Le--" "Ahhhh..." Celia meringis kesakitan akibat Franco semakin mengeratkan genggaman di tangannya. Franco berubah menjadi seperti biasanya, kasar. Ia tidak suka melihat dan mendengar ada yang memberontak. "Kau milikku! Tidak akan aku melepasmu, mengerti?!" Franco membentaknya. "Lepaskan dia!" Franco dan Celia sama-sama menoleh ke arah suara, suara seorang pria. "Lepaskan gadis ini. Tidak seharusnya kau berbuat kasar pada seorang wanita," ucap pria itu. Conrado Alessio, pria tampan berusia 27 tahun berpakaian formal. Ia sudah memperhatikan Franco dan Celia dari kejauhan, bahkan melihat pertengkaran Franco dengan Ornella tadi. Ketertarikan Conrado kepada Celia, membuatnya menghampiri mereka. "Ayo, Celia kita pulang!" Franco mencoba menarik Celia. Celia menahan tarikan Franco. "Tidak! Aku tidak mau! Lepaskan aku, Franco!" Franco melemaskan genggamannya dan menahan amarahnya, ia membaca pikiran Conrado. Ada niat buruk di benak Conrado. Ada niat untuk menolong Celia, tetapi ada kelicikan yang di rencanakan Conrado. Conrado tertarik kepada Celia, bukan tertarik oleh sebuah perasaan, tetapi ada hal lain yang diinginkan Conrado. Franco beralih menatap Celia dengan lembut. "Kau yakin ingin pergi? Kau akan pergi kemana?" Celia menarik tangannya dari Franco. "Aku tahu aku hanya menumpang dirumahmu. Tapi tahu kau pemain wanita, lebih baik aku pergi kemana pun aku mau. Daripada bertahan dan menjadi korbanmu! Tidak!" sarkasnya. Franco tersenyum tipis. "Silahkan pergi, Nona." Conrado tersenyum puas untuk Franco. "Terimakasih sudah melepasnya. Tidak sepantasnya kau berbuat kasar pada seorang gadis." Dan terimakasih sudah memberiku kesempatan untuk mendapatkannya, sambung Conrado dalam hati. Franco tersenyum kecut tahu maksud pikiran Conrado, dia tidak sebaik yang yang dilihat. Conrado menarik tangan Celia lalu melenggang pergi. Celia sempat menoleh dan membatin. Selamat tinggal, pria c***l. Batin Celia. Franco sengaja melepaskan Celia, ia ingin Celia merasa menyesala. Franco tidak sepenuhnya melepas Celia, ia akan menyuruh orang kepercayaannya dan POVOSTE untuk mengawasi Conrado. Bahkan bos gangster itu berencana memberi Conrado pelajaran agar tidak menarik apa yang sudah di tangan Franco. "Kau akan menyesal dan lihat, kau akan pergi atau kau kembali padaku. Selamat bersenang-senang, nona Celia Francesca Gaspard." Franco menyunggingkan senyum. ***********
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN