Jakarta, 2021. Kedai Raka terlihat ramai hari ini. Para pelanggan berlalu-lalang bergantian datang dan pergi. Tempat parkir juga terlihat penuh dan padat. Sepertinya, dia salah mendatangi tempat. Diusapnya dengan kasar pipi basah yang tidak juga kering sejak setengah jam lalu. Lebih tepatnya sejak Marva meninggalkan dirinya di rooftop setelah mengatakan kalimat menyakitkan. Grizella membuang napasnya, dadanya yang kembang kempis karena sesenggukan harus ditekan kuat-kuat agar lebih tenang. Dia sudah berusaha, bahkan sejak dirinya menaiki ojek menuju ke sini, tangisnya tidak juga berhenti. Sekali lagi Grizella mengusap pipinya, sebelum akhirnya memilih berputar dan berniat pergi dari depan kedai Raka. “Grizella!” Gadis itu menghentikan langkahnya. Hanya sekadar berhenti tanpa me

