Jakarta, 2021. Marva tertawa keras melihat wajah kesal Grizella. Laki-laki itu sengaja menggoda Grizella yang sedari tadi melamun. Rasanya begitu menyenangkan melihat wajah penuh ekspresi kesal milik Grizella. Dia jatuh sejatuh-jatuhnya kepada gadis itu. Andai saja dia tidak salah mengenali, dia pasti sudah menjadi pacar Grizella secara resmi tanpa membuat gadis itu patah hati. Bodoh sekali bukan? Bisa-bisanya dia lebih mengira Grizelle adalah gadis itu, dibandingkan dengan Grizella yang jelas-jelas sekelas dengan dirinya. Jika mengingat, rasanya Marva ingin memutar waktu agar tidak perlu menyakiti Grizella seperti ini. Dia benar-benar bodoh memandang sosok yang jauh dulu, padahal yang sangat dekat dengannya saja sangat jelas terlihat! “Marva, sekali lagi lo jahilin gue, gue pindah!”

