XIII. Kejujuran

1693 Kata

Jakarta, 2021. Marva tertawa keras melihat wajah kesal Grizella. Laki-laki itu sengaja menggoda Grizella yang sedari tadi melamun. Rasanya begitu menyenangkan melihat wajah penuh ekspresi kesal milik Grizella. Dia jatuh sejatuh-jatuhnya kepada gadis itu. Andai saja dia tidak salah mengenali, dia pasti sudah menjadi pacar Grizella secara resmi tanpa membuat gadis itu patah hati. Bodoh sekali bukan? Bisa-bisanya dia lebih mengira Grizelle adalah gadis itu, dibandingkan dengan Grizella yang jelas-jelas sekelas dengan dirinya. Jika mengingat, rasanya Marva ingin memutar waktu agar tidak perlu menyakiti Grizella seperti ini. Dia benar-benar bodoh memandang sosok yang jauh dulu, padahal yang sangat dekat dengannya saja sangat jelas terlihat! “Marva, sekali lagi lo jahilin gue, gue pindah!”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN