Jakarta, 2021. Pagi-pagi buta Grizella sudah siap di depan rumah dengan seragam dan tas di punggungnya. Gadis itu sudah menenteng jaket di lengannya sambil memainkan ponsel. Kepalanya sesekali mendongak, celingak-celinguk menatap ke seluruh penjuru, berharap seseorang segera datang menjemputnya. Di sisi lain ada Aarave yang baru saja membuka pintu garasi. Laki-laki itu masih berkaos polos dan menggunakan boxer saat menatap Grizella yang sudah rapi. Badannya seolah kaku enggan pergi dari sana, matanya benar-benar tidak lepas dari Grizella yang lengkap dengan rambut gelombang miliknya. Laki-laki itu mengepalkan tangan begitu Raka menghentikan motornya di depan Grizella. Wajahnya kian mengeras saat dengan mesranya Raka memakaikan helm kepada Grizella. “Kenapa harus nggak suka?” tanyan

