XXXVI. Penjelasan

2109 Kata

Jakarta, 2021. Grizella masih terhimpit tubuh jakung milik Aarave. Gadis itu mendongak menatap Aarave dengan mata berkaca-kaca pula. Kedua tangannya mengepal di samping badannya menahan dirinya agar tidak begitu meledak, dia harus kuat dan tidak boleh melemah di depan laki-laki ini. Matanya tidak buta, dia bahkan melihat cairan bening itu menetes dari mata Aarave. Dia ikut menangis, meski sebisa mungkin Grizella menahan tangisnya, dadanya tetap saja sesak. Keduanya sama-sama tersiksa, namun Grizella sadar bersama Aarave bukan lagi tujuannya. Meski nyatanya detak jantung milik Grizella benar-benar menggila sekarang, merasa sedikit senang karena kebenaran yang sudah muak di sembunyikan pun terkuak. “Kenapa selalu Grizelle, La?” Suara serak itu kembali memenuhi kepalanya. Grizella kini me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN