Jakarta, 2021. Grizella masih terhimpit tubuh jakung milik Aarave. Gadis itu mendongak menatap Aarave dengan mata berkaca-kaca pula. Kedua tangannya mengepal di samping badannya menahan dirinya agar tidak begitu meledak, dia harus kuat dan tidak boleh melemah di depan laki-laki ini. Matanya tidak buta, dia bahkan melihat cairan bening itu menetes dari mata Aarave. Dia ikut menangis, meski sebisa mungkin Grizella menahan tangisnya, dadanya tetap saja sesak. Keduanya sama-sama tersiksa, namun Grizella sadar bersama Aarave bukan lagi tujuannya. Meski nyatanya detak jantung milik Grizella benar-benar menggila sekarang, merasa sedikit senang karena kebenaran yang sudah muak di sembunyikan pun terkuak. “Kenapa selalu Grizelle, La?” Suara serak itu kembali memenuhi kepalanya. Grizella kini me

